Rabu, 2 September 2026 Berita Terkini & Terpercaya
funpark-maroc.comfunpark-maroc.com
funpark-maroc.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda Oknum Tukang Ojek Antar-Jemput Cabuli Bocah 6 Tahu...

Oknum Tukang Ojek Antar-Jemput Cabuli Bocah 6 Tahun, Modus Pelaku Imin-imingi Ponsel

Aimas – Oknum Tukang Ojek Dunia anak-anak yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan rasa aman,…

Oknum Tukang Ojek Antar-Jemput Cabuli Bocah 6 Tahun, Modus Pelaku Imin-imingi Ponsel

Aimas – Oknum Tukang Ojek Dunia anak-anak yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan rasa aman, kini tercoreng dengan sebuah kejadian tragis yang menimpa seorang bocah berusia 6 tahun di Kota Bandung. Seorang oknum tukang ojek antar-jemput, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang dipercaya untuk mengantar jemput anak-anak, terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap korban. Modus yang digunakan oleh pelaku, yang berinisial D, sangat licik dan memanfaatkan kelemahan seorang anak kecil yang tidak mengerti bahaya, yakni dengan mengiming-imingi ponsel agar mau diajak ke tempat sepi.

Kasus ini menggegerkan masyarakat setempat karena melibatkan kepercayaan yang diberikan orang tua kepada jasa transportasi anak-anak. Pelaku yang semula terlihat seperti orang yang ramah dan baik hati, ternyata menyalahgunakan kepercayaan tersebut untuk melakukan tindakan keji yang sangat meresahkan. Orang tua, warga, dan pihak kepolisian kini berupaya keras untuk mengungkap lebih dalam lagi mengenai modus kejahatan ini dan mencari pelaku lainnya yang mungkin terlibat.

Kronologi Kejadian: Modus Mengiming-Imingi Ponsel

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 27 November 2025, ketika seorang ibu bernama Ibu Liana memutuskan untuk mempercayakan anaknya yang berusia 6 tahun, Rafa, kepada pelaku, yang dikenal sebagai tukang ojek yang biasa mengantar jemput anak-anak di kawasan Cibiru, Bandung. Setiap hari, pelaku, yang sudah lama beroperasi di lingkungan tersebut, dikenal baik oleh banyak orang, termasuk Ibu Liana, yang merasa aman meninggalkan anaknya untuk dijemput dan diantar ke sekolah oleh pelaku.

Oknum Tukang Ojek
Oknum Tukang Ojek

Baca Juga : Pengendara Matik Terlindas Truk di Jalan Sorong-Aimas, Diduga

Namun, pada suatu hari, pelaku yang sudah lama mengenal Rafa memanfaatkan kedekatannya dengan anak tersebut untuk menjeratnya dalam sebuah kejahatan. Modus yang digunakan adalah dengan menawarkan hadiah berupa ponsel baru kepada Rafa, dengan janji bisa memberikan ponsel tersebut jika anak tersebut mau menemaninya ke tempat tertentu. Tak menyadari bahaya yang mengancam, Rafa pun mengikuti ajakan pelaku untuk pergi bersama ke lokasi yang lebih sepi.

Namun, setelah sampai di lokasi yang jauh dari keramaian, pelaku kemudian melakukan perbuatan cabul terhadap Rafa. Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan menyakiti Rafa jika ia menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. “Saya sangat terkejut, anak saya langsung pulang sambil menangis. Dia mengatakan ada yang tidak beres dengan tukang ojek itu dan merasa sangat takut,” ujar Ibu Liana, yang langsung melapor ke polisi setelah mengetahui kejadian tersebut.

Pelaku Ditangkap: Polisi Ungkap Modus Operandi yang Licik

Setelah menerima laporan dari Ibu Liana, polisi segera bergerak cepat untuk menyelidiki kejadian ini. Berdasarkan keterangan korban dan beberapa saksi, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku, D, yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian. Pelaku yang awalnya mencoba mengelak akhirnya mengaku melakukan kejahatan tersebut setelah diinterogasi lebih lanjut.

“D mengaku bahwa modusnya adalah dengan mengiming-imingi ponsel agar bisa membawa korban ke tempat sepi, di mana ia melakukan perbuatan cabul terhadap anak-anak yang diajaknya. Ini sangat licik karena pelaku memanfaatkan kepercayaan orang tua dan kedekatannya dengan anak-anak untuk melakukan kejahatan,” kata AKBP Suryadi, Kapolres Bandung, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bandung.

Polisi juga menemukan bukti lain bahwa pelaku sudah beberapa kali melakukan tindakan serupa dengan korban-korban yang belum melapor. “Pelaku memang sudah lama beroperasi dengan modus yang sama. Kami sedang berupaya untuk mencari korban-korban lainnya yang mungkin belum melapor,” tambah AKBP Suryadi.

Reaksi Masyarakat: Kepercayaan yang Tercoreng

Kasus pencabulan ini mengguncang warga Bandung, terutama mereka yang sudah lama mempercayakan anak-anak mereka kepada pelaku untuk jasa antar-jemput. Banyak warga yang merasa kecewa dan terkejut mengetahui bahwa seseorang yang mereka kenal sebagai tukang ojek baik hati ternyata melakukan kejahatan kejam seperti ini.

“Saya merasa sangat kecewa. D adalah orang yang sudah lama kami kenal, dia selalu mengantar-jemput anak-anak dengan aman. Tidak pernah ada yang mencurigakan sebelumnya. Kami merasa terkhianati,” kata Pak Iwan, seorang warga yang mengenal pelaku.

Warga lainnya, Bu Rita, juga mengungkapkan kekhawatirannya. “Ini benar-benar membuat kami khawatir. Anak-anak kami sering naik ojek, bahkan beberapa kali dijemput oleh D. Sejak kejadian ini, kami jadi sangat takut. Kami tidak tahu siapa yang bisa dipercaya lagi,” ujar Bu Rita dengan wajah cemas.

Baca Juga: Auto Review Bets