Rabu, 2 September 2026 Berita Terkini & Terpercaya
funpark-maroc.comfunpark-maroc.com
funpark-maroc.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda Polisi evakuasi 100 KK usai peristiwa longsor di A...

Polisi evakuasi 100 KK usai peristiwa longsor di Arjasari Bandung

Aimas – Polisi evakuasi 100 KK keluarga di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terpaksa…

Polisi evakuasi 100 KK usai peristiwa longsor di Arjasari Bandung

Aimas – Polisi evakuasi 100 KK keluarga di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terpaksa dievakuasi setelah terjadi peristiwa longsor yang melanda wilayah tersebut pada Minggu malam, 5 Desember 2025. Peristiwa longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil itu menyebabkan tanah bergerak dan menutupi sejumlah rumah penduduk. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) harus dievakuasi untuk menghindari dampak lebih lanjut dari bencana alam tersebut.

Polisi evakuasi 100 KK Peristiwa Longsor di Arjasari

Longsor yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu mengakibatkan tanah yang longsor menutupi sebagian besar akses jalan utama menuju perkampungan warga. Tanah yang bergeser menutupi area pemukiman dan lahan pertanian, serta merusak beberapa rumah yang terletak di kawasan lereng bukit yang dikenal rawan bencana alam tersebut.

“Longsor terjadi begitu cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah Arjasari. Kami sempat mendengar suara gemuruh dari arah bukit, dan tidak lama kemudian tanah mulai bergerak menuruni lereng,” kata Eko Prasetyo, salah satu warga Arjasari yang selamat dari kejadian tersebut.

Polisi evakuasi 100 KK
Polisi evakuasi 100 KK

Baca Juga :  Baznas dirikan RSB guna permudah akses kesehatan mustahik di Palembang

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, meskipun beberapa warga sempat terjebak di dalam rumah mereka akibat tertutupnya jalan dan akses keluar-masuk kampung. Sebagian besar korban luka-luka ringan dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Evakuasi yang Dilakukan Pihak Kepolisian

Setelah menerima laporan dari warga, aparat kepolisian setempat, dibantu oleh Basarnas (Badan SAR Nasional), Polri, serta pemerintah daerah, segera melakukan proses evakuasi. Polisi mengerahkan petugas ke lokasi bencana untuk mengevakuasi 100 kepala keluarga (KK) yang tinggal di area yang paling terdampak longsor.

Kapolres Bandung, AKBP Adi Nugroho, yang turun langsung ke lokasi mengatakan, “Kami segera bergerak cepat setelah menerima laporan, untuk mengamankan warga dan memastikan mereka mendapatkan tempat yang aman. Kami berkoordinasi dengan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung serta tim SAR untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.”

Warga yang dievakuasi dipindahkan ke tempat aman seperti posko pengungsian yang disediakan oleh pemerintah setempat dan relawan. Sementara itu, pihak kepolisian dan BPBD terus bekerja untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di lokasi bencana.

“Evakuasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk relawan dan warga setempat. Kami memprioritaskan keselamatan warga dan mengarahkan mereka ke tempat pengungsian yang sudah disiapkan,” tambah AKBP Adi.

Kerusakan dan Dampak Longsor

Menurut data yang diperoleh dari pihak BPBD, selain menutupi jalan utama, longsor juga menyebabkan beberapa rumah warga rusak berat, terutama yang berada di dekat bibir tebing. Tanah yang longsor membawa serta material tanah, batu, dan puing-puing yang menghalangi jalur transportasi, membuat akses menuju desa sulit dijangkau.

Budi Santoso, Kepala BPBD Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa longsor tersebut terjadi pada malam hari ketika sebagian besar warga sudah berada di rumah. “Beruntung kejadian ini tidak terjadi pada siang hari ketika banyak warga beraktivitas di luar rumah. Meskipun demikian, ada beberapa rumah yang rusak parah akibat terjangan tanah longsor.”

Selain kerusakan rumah, longsor ini juga merusak saluran air yang mengalir di sekitar kawasan, mengganggu sistem distribusi air bersih bagi warga setempat. BPBD sedang bekerja keras untuk melakukan pembersihan saluran air yang tertutup tanah.

Proses Penanganan dan Pemulihan

Setelah evakuasi selesai, tim gabungan mulai membersihkan sisa-sisa longsoran tanah yang menutupi jalan dan rumah warga. Proses pembersihan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari, mengingat banyaknya material tanah yang harus diangkat dan dibersihkan. Pihak BPBD juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan penilaian lebih lanjut terhadap kerusakan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Saat ini, fokus kami adalah memastikan bahwa seluruh warga yang terdampak bencana mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan,” kata Budi Santoso.

Untuk jangka panjang, BPBD Kabupaten Bandung berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi tanah di sekitar kawasan Arjasari yang rawan longsor, guna mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa depan. Tim geologi dan ahli bencana juga akan diturunkan untuk melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi.

Kehadiran Pemerintah dan Dukungan Masyarakat

Bupati Bandung, H. Dadang Supriatna, langsung mengunjungi lokasi bencana setelah menerima laporan dari BPBD. Dalam kunjungannya, Bupati Dadang menyampaikan rasa simpati kepada warga yang terdampak dan berjanji akan memberikan bantuan berupa tempat pengungsian sementara, kebutuhan pangan, serta penanganan rumah-rumah yang rusak.

“Kami berusaha secepat mungkin untuk memberikan bantuan yang diperlukan, baik berupa bantuan logistik maupun kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus mendampingi warga Arjasari untuk memastikan mereka mendapat perhatian yang layak,” kata Bupati Dadang.

Selain pemerintah, warga setempat dan berbagai organisasi kemanusiaan juga memberikan bantuan. Relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) turut membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada korban luka-luka. Masyarakat sekitar juga membantu membersihkan material longsor dan memastikan tidak ada korban yang terperangkap.

Perhatian Pada Wilayah Rawan Longsor

Peristiwa longsor di Arjasari ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam di wilayah yang rawan tanah longsor, terutama yang terletak di daerah pegunungan atau lereng. Wilayah Kabupaten Bandung, khususnya bagian selatan, dikenal memiliki sejumlah kawasan rawan bencana longsor, terutama saat musim hujan tiba.

Dr. Wahyu Kurniawan, seorang ahli geologi dari Universitas Padjadjaran, mengatakan bahwa kondisi geologis Arjasari yang terletak di lereng bukit membuat kawasan ini sangat rentan terhadap longsor, apalagi jika curah hujan sangat tinggi. “Wilayah seperti ini memang sangat rawan terhadap bencana longsor, terutama jika ada hujan deras yang terjadi dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Pemerintah setempat, bersama dengan ahli geologi dan BPBD, akan melakukan pemetaan dan upaya mitigasi untuk mengurangi potensi bencana serupa di masa depan. “Penting untuk mengidentifikasi kawasan rawan longsor lebih awal dan melakukan upaya preventif seperti penghijauan dan perbaikan infrastruktur yang lebih aman,” tambah Dr. Wahyu.

Harapan dan Doa untuk Warga Arjasari

Meski bencana ini menyebabkan kerusakan materiil yang cukup besar, warga Arjasari tetap menunjukkan ketabahan. Mereka berharap proses pemulihan bisa berlangsung cepat, dan kehidupan mereka bisa kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Semua warga di sini sangat bersyukur karena kami selamat. Kami berharap bantuan dari pemerintah segera datang untuk membantu memperbaiki rumah kami yang rusak. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami,” ujar Rudi, salah satu warga yang rumahnya rusak parah.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan proses pemulihan akan berjalan lancar dan warga Arjasari bisa segera kembali menjalani kehidupan mereka dengan aman.

Baca Juga: Kendaraan Kita Salo