Aimas – Budi Gunawan Pantau menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD yang wafat dalam insiden tragis.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, karena menyangkut integritas dan keselamatan prajurit.
Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mencegah agar kejadian serupa tak kembali terulang di masa datang
Ia menjelaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku digelar secara transparan dan objektif sesuai prosedur peradilan militer yang berlaku
Ia memastikan bahwa Tim Investigasi Kodam IX/Udayana dan Penyidik Denpom IX/1 Kupang bekerja secara profesional mengungkap fakta kasus ini
Budi menambahkan Kemenko Polkam aktif memantau perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjamin penanganannya adil dan tepat
Ia menyatakan pemerintah mendorong penguatan sistem pengawasan dan pembinaan internal di lingkungan TNI agar tragedi seperti ini tak terulang
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyebut bahwa 20 tersangka kini telah ditetapkan dan ditahan, termasuk satu perwira

Baca Juga : Masyarakat Adat Sedunia PMKRI Aimas Sorong Serukan Jaga Hutan dari Mafia Kayu
Para tersangka terancam dikenai lima pasal, mulai dari Pasal 170 KUHP hingga Pasal 131 dan 132 KUHPM
Proses pemeriksaan oleh Polisi Militer (POM AD) terus berlangsung untuk menentukan peran masing-masing tersangka
TNI AD memastikan transparansi proses hukum, termasuk pengumuman gelar perkara dan pelimpahan kasus ke pengadilan
Prosedur pelaporan dan informasi publik akan terus disampaikan agar masyarakat dapat memantau proses persidangan
DPR, melalui Komisi I dan III, mendesak agar kasus diusut tuntas secara objektif dan akuntabel
Anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman menyebut bahwa penyebab kematian harus diungkap tuntas, dan pelaku diberi hukuman adil
Gavriel Putranto Novanto (Komisi I DPR) menegaskan bahwa kekerasan dalam militer adalah praktik tak boleh ditoleransi, pelaku harus diproses publik
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar kasus ini menjadi evaluasi menyeluruh sistem pembinaan barak TNI, termasuk mekanisme senior–junior yang humanis
Puan juga menekankan agar tersangka dihukum dengan efek jera, dan motif serta akar penyebab kejadian dikaji secara mendalam
HNW (Hidayat Nur Wahid) juga mencemooh kejadian ini dan mendesak penegakan hukum secara setransparan mungkin untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan internal TNI
Ia mengatakan bahwa TNI seharusnya menjadi pelindung, bukan justru melukai anggotanya sendiri
Amnesty International Indonesia melalui Usman Hamid menuntut proses hukum yang transparan dan hukuman setimpal, serta menyoroti adanya budaya kekerasan struktural yang harus dibenahi















