Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

IPK 2025 dorong generasi muda kuasai teknologi pertanian digital

Aimas – IPK 2025 dorong generasi Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor pertanian, terutama terkait regenerasi petani yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

IPK 2025 dorong generasi
IPK 2025 dorong generasi

 

Baca Juga : PLN Kebut Pembangkit EBT 10 Kali Lipat hingga 2034

Rata-rata usia petani Indonesia saat ini berada di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda terhadap pertanian cenderung rendah.

Di tengah tantangan itu, muncul inisiatif strategis dari Institut Pertanian Kalimantan (IPK) tahun 2025 untuk mendorong generasi muda menguasai teknologi pertanian digital.

Inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memodernisasi sistem pertanian Indonesia, yang selama ini masih didominasi metode konvensional.

IPK melihat peluang besar dalam memadukan semangat inovasi generasi muda dengan kemajuan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertanian.

Salah satu langkah konkret IPK adalah menyusun kurikulum baru yang fokus pada digitalisasi pertanian dan kewirausahaan agribisnis modern.

Kurikulum ini dirancang tak hanya memberikan teori, tetapi juga mendorong praktik langsung melalui laboratorium pertanian cerdas (smart farming labs).

Mahasiswa diajak untuk merancang, menguji, dan menerapkan solusi pertanian berbasis teknologi, mulai dari drone pemantau lahan hingga sistem irigasi otomatis.

Rektor IPK, Dr. H. Mulyadi, menyatakan bahwa pertanian digital bukan hanya tren, tapi kebutuhan masa depan yang tak bisa dihindari.

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam transformasi pertanian Indonesia menuju era 5.0.

Untuk mendukung program ini, IPK bekerja sama dengan beberapa mitra industri, baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk startup agritech dan perusahaan perangkat lunak.

Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa mengakses teknologi terbaru dan magang langsung di perusahaan-perusahaan berbasis pertanian modern.

Tak hanya itu, IPK juga aktif menggandeng pemerintah daerah untuk mengimplementasikan pilot project pertanian digital di desa binaan.

Desa tersebut menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti untuk menerapkan langsung teknologi pertanian dalam skala kecil hingga menengah.

Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Timur pun menyambut baik langkah IPK yang dianggap sejalan dengan visi pemerintah untuk digitalisasi sektor pangan.

Menurutnya, jika tidak mulai dari sekarang, Indonesia akan tertinggal jauh dari negara-negara seperti Belanda, Jepang, atau China yang sudah menerapkan teknologi di semua rantai pertanian.

Mahasiswa IPK juga menunjukkan antusiasme besar. Salah satunya, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester 5 jurusan Agribisnis, yang tengah mengembangkan aplikasi monitoring tanaman berbasis sensor kelembaban.

Siti berharap aplikasinya bisa membantu petani kecil di desa untuk mengatur waktu tanam dan menyiram secara otomatis berdasarkan data real-time.

Tidak hanya berorientasi akademis, IPK juga mengadakan kompetisi tahunan bertajuk “AgriTech Challenge” yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar SMA dari seluruh Indonesia.

Kompetisi ini mendorong peserta menciptakan solusi digital yang menjawab tantangan nyata di sektor pertanian.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *