Aimas – Panama Approves Sejarah baru tercipta di Benua Amerika saat Panama secara resmi menyetujui perjanjian penting yang akan mengubah arah nasibnya sebagai bangsa. Dengan pengesahan Perjanjian Kanal Panama (Panama Canal Treaties), negara kecil di Amerika Tengah ini akhirnya memperoleh hak untuk mengambil alih kendali atas salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia: Terusan Panama (Panama Canal).
Persetujuan ini menjadi simbol kemenangan diplomasi dan langkah besar menuju kedaulatan penuh, setelah lebih dari 70 tahun terusan tersebut dikuasai dan dioperasikan oleh Amerika Serikat.
Latar Belakang: Terusan yang Diperebutkan

Baca Juga : Pernikahan Amanda Manopo dan Kenny Austin Digelar Besok, 10 Oktober 2025
Terusan Panama bukan jalur air biasa. Dibangun pada awal abad ke-20 oleh Amerika Serikat, terusan ini menjadi penghubung vital antara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Dengan panjang sekitar 80 kilometer, Terusan Panama mempersingkat perjalanan laut ribuan kilometer, dan menjadikannya jalur pelayaran paling penting di dunia.
Namun sejak rampung pada tahun 1914, terusan ini sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh AS, meskipun berada di wilayah Panama. Hal ini menimbulkan ketegangan dan sentimen anti-kolonial di antara rakyat Panama, yang merasa tanah air mereka dijajah secara ekonomi dan politik.
Perjanjian yang Mengubah Sejarah
Pada tanggal 7 September 1977, Presiden Panama Omar Torrijos dan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter menandatangani dua perjanjian penting di Washington, D.C.:
-
Perjanjian Torrijos-Carter – Menyatakan bahwa kendali atas Terusan Panama akan sepenuhnya diserahkan kepada Panama pada 31 Desember 1999.
-
Perjanjian Netralitas Terusan – Menjamin bahwa setelah diserahkan, Terusan Panama akan tetap terbuka dan netral bagi pelayaran internasional dari semua negara, dalam kondisi damai maupun perang.
Pengesahan perjanjian ini oleh pemerintah Panama bukan hanya langkah administratif, tapi juga kemenangan emosional dan simbolis bagi rakyatnya
🇵🇦 Respon Rakyat Panama: Bangga dan Berharap
Rakyat Panama menyambut kabar ini dengan gembira. Di seluruh penjuru negeri, masyarakat merayakan persetujuan perjanjian tersebut sebagai bentuk pengakuan internasional atas hak dan kedaulatan mereka.
“Ini bukan hanya soal terusan. Ini tentang harga diri bangsa,” ujar seorang warga Panama City saat mengikuti aksi perayaan di jalan.
Presiden Torrijos pun menyatakan bahwa perjanjian ini adalah warisan untuk generasi masa depan, agar rakyat Panama bisa menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan asing.















