Distan Papua Barat Usulkan Pembangunan Gudang Cadangan Pangan Berkapasitas 200 Ton
News Aimas – Dinas Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Papua Barat mengusulkan pembangunan gudang cadangan pangan di Manokwari dengan kapasitas penyimpanan sekitar 200 ton, sebagai upaya memperkuat ketahanan dan distribusi pangan daerah.
Kepala Distan Papua Barat, Lasarus Ullo, menyatakan bahwa usulan ini telah disampaikan dalam rapat bersama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan telah mendapat perhatian dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Selama ini kami masih bergantung pada gudang milik Perum Bulog. Maka kami usulkan agar tahun ini bisa dibangun gudang sendiri,” ujar Lasarus, Jumat (5/7/2025).
Peran Strategis dalam Mitigasi Bencana dan Stabilitas Harga
Gudang tersebut nantinya akan menjadi fasilitas penyimpanan tidak hanya untuk beras cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. Tetapi juga untuk komoditas pangan lokal lainnya. Keberadaan gudang akan sangat penting untuk menjamin ketersediaan stok saat bencana dan menjaga stabilitas harga pangan petani.
“Jika terjadi bencana, bantuan beras bisa segera kami keluarkan tanpa harus melalui prosedur panjang seperti di Bulog,” jelasnya.
Lasarus juga menekankan bahwa dengan gudang milik pemerintah daerah, distribusi pangan akan lebih cepat, efisien, dan terkontrol, terutama dalam kondisi darurat.
Baca Juga : Pemkab Manokwari mulai terapkan pendidikan gratis tahun ini
Dukung Ekosistem Logistik Pangan Terintegrasi
Rencana pembangunan gudang cadangan pangan di Manokwari. Bertujuan memperkuat ekosistem logistik pangan yang terintegrasi dengan pasar, transportasi, dan sistem distribusi. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
Saat ini, keterbatasan pengawasan terhadap stok pangan dan prosedur birokrasi yang panjang di gudang Bulog menjadi tantangan besar. Terutama ketika dibutuhkan distribusi cepat ke wilayah terdampak bencana.
“Kami harap kepala daerah menyetujui pembangunan ini agar pekerjaan fisik bisa dimulai pertengahan tahun,” pungkas Lasarus.















