Aimas – Pemprov PBD Latih kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Pelatihan Pendamping Koperasi Merah Putih. Sebanyak 124 peserta dari berbagai kabupaten dan kota resmi mengikuti pelatihan yang digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi di daerah.
Program ini menjadi langkah penting bagi Papua Barat Daya yang masih terus mengembangkan ekosistem koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Kehadiran pendamping yang kompeten diharapkan mampu membantu koperasi-koperasi lokal tumbuh lebih sehat, transparan, dan produktif.
Pelatihan Digelar Sepekan, Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

BAca Juga : Menbud tekankan pentingnya hilirisasi ukir Jepara sebagai karya seni
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama beberapa hari dengan materi yang mengacu pada kebutuhan riil koperasi di lapangan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh masyarakat, aktivis UMKM, hingga pengurus koperasi.
Materi yang diajarkan meliputi:
-
Tata kelola koperasi modern
-
Manajemen organisasi dan keuangan
-
Strategi pemberdayaan anggota
-
Pendampingan usaha produktif
-
Digitalisasi layanan koperasi
-
Penyusunan rencana bisnis
Dengan kurikulum tersebut, Pemprov berharap para pendamping nantinya dapat menjadi motor penggerak perkembangan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
Koperasi Merah Putih, Program Andalan Daerah
Koperasi Merah Putih merupakan program unggulan Pemprov PBD yang mengutamakan pengembangan sektor ekonomi rakyat berbasis kelompok. Koperasi ini didorong untuk membantu masyarakat memperoleh akses permodalan, pelatihan usaha, serta pemasaran produk.
Pemerintah menilai keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas pendamping, mengingat banyak koperasi di daerah masih menghadapi kendala dalam administrasi, transparansi, dan manajemen usaha.
“Pendamping memiliki peran kunci. Mereka bukan hanya membina, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah,” ujar seorang pejabat dari Dinas Koperasi PBD.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi di Tingkat Kampung
Setelah menyelesaikan pelatihan, 124 peserta akan ditempatkan di berbagai wilayah, terutama di kampung-kampung dan daerah dengan aktivitas koperasi yang masih minim pendampingan.
Para pendamping ini bertugas:
-
membantu koperasi menyusun laporan keuangan,
-
membimbing pengurus dalam mengembangkan unit usaha,
-
memastikan koperasi beroperasi sesuai aturan,
-
serta mengedukasi anggota tentang manfaat dan haknya dalam organisasi.
Dengan dukungan langsung di lapangan, Pemprov berharap koperasi-koperasi baru maupun lama dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak nyata pada taraf hidup masyarakat.
Mendukung Visi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Program pelatihan ini sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Papua Barat Daya yang menitikberatkan pada ekonomi berkelanjutan, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah koperasi aktif dan sehat yang mampu bersaing dengan lembaga ekonomi lainnya. Untuk itu, kualitas SDM pendamping menjadi faktor penentu keberhasilan program.
Peserta Antusias dan Siap Terjun ke Lapangan
Banyak peserta mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber ahli dan para pelaku koperasi yang sudah berpengalaman.
Seorang peserta bahkan menyebut pelatihan ini sebagai kesempatan besar untuk membantu masyarakat di kampung agar tidak tertinggal dalam pengembangan usaha.
“Kami ingin membantu masyarakat agar bisa mandiri lewat koperasi. Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami,” tuturnya.
Pemprov Janji Lakukan Monitoring dan Evaluasi Berkala
Untuk memastikan pelatihan ini berdampak nyata, Pemprov menegaskan akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja pendamping di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam aktivitas pendampingan.
Pemprov juga tidak menutup kemungkinan memberikan pelatihan lanjutan di masa depan untuk memperbarui kompetensi para pendamping sesuai perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan masyarakat.
Harapan: Koperasi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera
Dengan hadirnya 124 pendamping baru, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap Koperasi Merah Putih dapat berkembang lebih pesat dan mampu menjadi pilar ekonomi rakyat.
Kehadiran pendamping diharapkan dapat mendorong terbentuknya koperasi yang kuat, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di seluruh penjuru Papua Barat Daya.















