Aimas – Polisi dan Warga Suasana di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berubah haru dan penuh semangat setelah aksi heroik polisi dan warga berhasil menangkap seorang pelaku begal yang meresahkan masyarakat.
Atas keberanian dan inisiatif tersebut, Bupati Nabire memberikan penghargaan dan hadiah kepada aparat kepolisian dan warga yang terlibat langsung dalam penangkapan.
Penyerahan hadiah dilakukan dalam sebuah acara resmi yang digelar di halaman kantor bupati, disaksikan oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga Nabire.
Dalam sambutannya, Bupati Nabire mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya kepada warga yang menunjukkan keberanian luar biasa demi menjaga keamanan lingkungan.
ini Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian yang sigap dan cepat dalam menangani laporan masyarakat terkait kejahatan jalanan.
“Tindakan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah,” ujar Bupati dalam pidatonya.

Kejadian penangkapan begal tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya di salah satu jalan protokol di Nabire, yang memang kerap menjadi lokasi rawan kejahatan.
Baca Juga : Klasemen Liga Champions: Frankfurt tempati posisi pertama diikuti PSG
Pelaku begal yang ditangkap diketahui telah beberapa kali melakukan tindak kriminal dengan modus kekerasan terhadap pengendara sepeda motor.
Warga yang sudah resah kemudian bekerja sama dengan polisi melakukan pengintaian setelah salah satu korban melapor ke polsek setempat.
Saat pelaku hendak melakukan aksinya lagi, ini ia langsung dikepung oleh warga dan polisi yang sudah bersiaga di sekitar lokasi.
Pelaku sempat mencoba melarikan diri, namun ini berhasil ditangkap setelah terjatuh dari motornya akibat dikejar massa.
Beruntung, polisi yang berada di lokasi dengan sigap mengamankan pelaku dari kemungkinan amukan massa yang emosi karena ulahnya.
Setelah berhasil ditangkap, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kini tengah menjalani proses hukum.
Kasat Reskrim Polres Nabire menyebut bahwa pelaku adalah residivis yang baru keluar dari penjara dan kembali melakukan kejahatan.















