Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Vikram Lal Anak Tukang Traktor Berharta Rp189 T Dari Royal Enfield

Aimas – Vikram Lal Anak Tukang mungkin belum setenar para miliarder teknologi dunia, namun kisah hidupnya sangat inspiratif.

Ia dikenal sebagai sosok di balik kebangkitan brand motor legendaris asal Inggris yang kini mendunia: Royal Enfield.

Yang menarik, Vikram Lal bukan berasal dari keluarga bangsawan atau pebisnis kaya raya sejak lahir.

Ayahnya hanyalah seorang “tukang traktor”, atau lebih tepatnya teknisi dan produsen peralatan pertanian di India.

Vikram Lal Anak Tukang
Vikram Lal Anak Tukang

 

Baca Juga : Klasemen Liga Champions: Frankfurt tempati posisi pertama diikuti PSG

Dari usaha kecil tersebut, keluarga Lal membangun fondasi bisnis yang kini bernilai ratusan triliun rupiah.

Eicher Motors, perusahaan yang didirikan oleh keluarga Lal, awalnya fokus memproduksi traktor dan kendaraan niaga.

Pada masa itu, India memang sangat membutuhkan alat-alat pertanian untuk mendukung revolusi hijau.

Vikram Lal bergabung dengan usaha keluarga setelah menyelesaikan pendidikan teknik di Jerman.

Visi modern dan keberanian mengambil risiko membuatnya mulai berpikir di luar industri pertanian.

Salah satu langkah besarnya adalah mengakuisisi Royal Enfield pada awal 1990-an, saat brand itu hampir bangkrut.

Royal Enfield kala itu hanya dikenal sebagai motor klasik tua yang sudah ketinggalan zaman.

Banyak yang mengira langkah Vikram Lal membeli Enfield adalah keputusan bodoh—tapi ia membuktikan sebaliknya.

Ia melihat bahwa motor klasik punya pasar tersendiri, terutama jika dibalut dengan inovasi dan sentuhan emosional.

Dengan pendekatan minimalis namun penuh karakter, Royal Enfield justru menjadi simbol gaya hidup baru.

Di bawah bendera Eicher Motors, merek ini dirombak total tanpa kehilangan identitas aslinya.

Salah satu strategi jitu Vikram adalah mengedepankan “experience riding” dibanding sekadar kecepatan atau teknologi mutakhir.

Royal Enfield mulai menarik perhatian kaum muda urban dan komunitas motor klasik di seluruh dunia.

Produk seperti Bullet, Classic 350, dan Himalayan menjadi ikon baru motor klasik modern.

Penjualan meroket, tidak hanya di India, tetapi juga di Eropa, Amerika, hingga Indonesia

Nilai perusahaan Eicher Motors pun ikut melesat seiring kesuksesan

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *