News Aimas – Komitmen Yayasan Kairos Sorong Tanah Papua dalam menyediakan pendidikan gratis berkualitas terus diwujudkan. Terbaru, lembaga ini meresmikan satu unit gedung baru untuk SD Kristen Kairos 1 Sorong di Jalan Aries, Kompleks Victory, Km 10 Pantai, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (7/7/2025).

Ketua Yayasan Kairos Sorong, Aprisal Malale, menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan jalan menuju perubahan sosial dan ekonomi di Tanah Papua.
“Orang yang bisa membaca, menulis, dan menghitung, akan memiliki peluang kerja yang lebih baik,” ujarnya.
Terapkan Kurikulum Merdeka dan Metode Montessori Gratis
Dalam operasionalnya, SD Kristen Kairos 1 menerapkan Kurikulum Merdeka sebagaimana kebijakan nasional, serta mengintegrasikan metode Montessori, yakni pendekatan pembelajaran berbasis eksplorasi dan kemandirian yang populer di dunia pendidikan global.
“Kami ingin memastikan anak-anak Papua mendapatkan pengalaman belajar yang tidak kalah dengan daerah lain,” jelas Aprisal.
Baca Juga : Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa: SMK YPIC Sorong Jadi Solusi Ketenagakerjaan di Papua
Gedung Baru dan Rencana Pengembangan
Gedung yang baru diresmikan terdiri atas tiga ruang kelas dan satu asrama guru. Fasilitas ini menambah kapasitas lembaga untuk menampung peserta didik. Saat ini, total siswa dari jenjang TK hingga SD mencapai 218 anak, dan seluruhnya mendapatkan pendidikan secara gratis tanpa SPP.
Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana delapan modul pengembangan sekolah dasar. Modul ketiga yang sedang dibangun menandai langkah penting dalam perluasan fasilitas pendidikan, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal di masa depan.
“Kami masih dalam proses pembangunan delapan modul hingga SD selesai. Ke depan kami juga berencana membuka SMP dan SMA,” imbuh Aprisal.
Ajak Dukungan dan Kolaborasi
Yayasan Kairos mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan gratis yang mereka jalankan. Dengan membuka pintu selebar-lebarnya, yayasan ini berharap tercipta sinergi yang kuat demi memperluas dampak positif bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
“Kami berharap makin banyak masyarakat dan stakeholder terlibat mendukung gerakan pendidikan Kairos,” tutupnya.















