Aimas – Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto mulai membentuk fondasi arah kebijakan ekonominya untuk lima tahun ke depan.
Salah satu sorotan utama datang dari penunjukan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, sosok yang diyakini akan mengawal jalannya visi ekonomi nasional Prabowo.
Menkeu baru ini akan menjadi tokoh sentral dalam mewujudkan agenda besar ekonomi yang telah dicanangkan sejak masa kampanye.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341860/original/004946100_1757332212-Menkeu_Purbaya.jpg)
Baca Juga : Mercedes-Benz GLC EV Usung Layar Jumbo 39 Inci
Fokus utama pemerintahan Prabowo adalah transformasi ekonomi nasional dengan pendekatan pro-rakyat, berdaulat, dan berbasis pada kekuatan dalam negeri.
Dalam berbagai pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, peningkatan produktivitas nasional, serta distribusi kesejahteraan yang merata.
Untuk itu, peran Menteri Keuangan akan sangat krusial, terutama dalam mengatur alokasi anggaran negara secara efektif dan efisien.
Salah satu program unggulan yang jadi tantangan utama adalah makan siang gratis bagi pelajar, yang membutuhkan dana triliunan rupiah setiap tahun.
Menkeu baru diharapkan mampu menyusun strategi pembiayaan tanpa membebani keuangan negara secara jangka panjang.
Ada kekhawatiran publik soal pembengkakan defisit anggaran, namun Prabowo menegaskan semua program akan dikaji berdasarkan kemampuan fiskal.
Dalam arah kebijakan fiskal yang mulai disusun, terlihat kecenderungan untuk lebih aktif dalam ekspansi belanja negara guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Prabowo menginginkan agar APBN tidak hanya fokus pada stabilitas makro, tetapi juga menjadi alat intervensi langsung dalam pengurangan kemiskinan.
Menkeu baru akan mengatur kembali prioritas belanja dengan menekan anggaran yang tidak produktif dan mengalihkan ke sektor-sektor strategis.
Pendidikan, kesehatan, pertanian, dan ketahanan pangan menjadi fokus utama belanja dalam kebijakan fiskal baru.
Tak hanya itu, kebijakan subsidi akan dirombak untuk lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kelas bawah dan pelaku UMKM.
Dalam sektor pajak, reformasi akan terus berlanjut, dengan misi memperluas basis pajak tanpa menambah beban masyarakat kecil.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mempermudah iklim investasi, termasuk insentif fiskal bagi sektor-sektor prioritas.
Menkeu baru akan menjadi garda depan dalam diplomasi ekonomi untuk menarik investor asing dan memperkuat kerja sama bilateral.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan peta jalan hilirisasi yang lebih luas, tak hanya terbatas pada nikel, tapi juga komoditas lain seperti tembaga, bauksit, dan pertanian.
Pengelolaan utang negara menjadi isu penting lainnya. Menkeu baru diminta menjaga agar utang tetap dalam batas aman dan produktif.
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan fiskal akan ditingkatkan, termasuk penguatan fungsi pengawasan oleh lembaga negara.















