Aimas – Bupati Sorong Janji Aspal Pemerintah Kabupaten Sorong melalui salah satu calon bupati, Suprapto, menyampaikan rencana penting: relokasi Pasar Sore (Warmon) ke Pasar Pujasera, yang sekaligus menyiapkan peningkatan infrastruktur berupa pengaspalan jalan menuju lokasi baru.

Baca Juga : Kid Messi’ JJ Gabriel untuk Latihan Bareng Tim Utama
Jalan menuju Pasar Pujasera akan dilengkapi dengan penerangan, pengaturan arus lalu lintas, dan pengamanan. Semua ini bertujuan memastikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
Pernyataan ini muncul dalam konteks debat publik calon bupati dan wakil bupati Sorong, yang digelar oleh KPU di Aimas Convention Center, menjadikan isu pasar hangat diperbincangkan.
Suprapto, sebagai Ketua KUD Tani Makmur yang mengelola Pasar Warmon, menegaskan bahwa Pasar Warmon milik KUD tersebut dan menolak rencana relokasi yang merugikan pedagang.
Kontras dengan itu, Pasar Sore yang berada di jalur utama dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehingga menjadi fokus relokasi demi keselamatan dan keteraturan arus lalu lintas.
Dalam konteks legalitas, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa status kepemilikan Pasar Warmon telah dialihkan secara legal melalui hibah kepada pemerintah, tercatat dalam NPHD antara KUD Tani Makmur dan Pemkab Sorong.
Proses hibah berupa lahan dan gedung Pasar Warmon telah ditandatangani pada Maret 2023, dan selanjutnya dilakukan serah terima aset pada Januari dan Juni 2024.
Hibah tersebut juga didukung oleh pembangunan fisik pasar yang dibiayai oleh Kementerian Perdagangan RI senilai Rp2,69 miliar, sebagai bagian dari dana tugas pembantuan.
Suprapto dan pasangannya, Musa Lazarus Malagam, menegaskan pasar yang lain seperti Warmon akan tetap dibiarkan beroperasi normal.
Bupati Sorong, Johny Kamuru, juga menekankan pembangunan infrastruktur sebagai program inti, termasuk jalan, jembatan ini
Penataan ini juga mencerminkan upaya pemerintah membangun citra pasar modern dan lebih rapi, mendukung kenyamanan pengguna dan efisiensi ekonomi lokal.
ini Sisi sosial budaya pun menjadi perhatian: dialog yang dilakukan diharapkan mengurangi resistensi pedagang dan menghindarkan konflik sosial.















