AImas – Mahasiswa Baru STIKes Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Papua Kota Sorong menggelar kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan mengusung tema “STECU: Smart, Thinker, Empathy, Caring, and Unity” yang mencerminkan nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa baru.
Acara pembukaan dilaksanakan di aula utama kampus pada Senin, 11 Agustus 2025, dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan alumni, dan tamu undangan dari instansi kesehatan.
Ketua STIKes Papua Dr. Elisabet Yulita, menyampaikan bahwa pengenalan kampus ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan semangat kebersamaan di antara mahasiswa baru.
Kegiatan pengenalan kampus atau PKKMB ini diikuti oleh sekitar 350 mahasiswa baru dari berbagai program studi seperti Keperawatan, Kebidanan, dan Kesehatan Masyarakat.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Papua Barat Daya dan sekitarnya, menciptakan keberagaman budaya yang menjadi ciri khas kampus ini.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan menekankan pentingnya membangun solidaritas sejak awal masuk kampus.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak merasa terasing, karena STIKes Papua menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan keterbukaan.
Baca Juga : Kodim Rote Ndao Beri Dukungan untuk Keluarga Prada Lucky, Janji Kawal Proses Hukum
Acara PKKMB ini dirancang secara edukatif, interaktif, dan bebas dari kekerasan atau perpeloncoan, sejalan dengan aturan Kemendikbud.
Pada hari pertama, mahasiswa baru diperkenalkan dengan struktur organisasi kampus, fasilitas, serta layanan akademik dan kemahasiswaan.
Mereka juga mengikuti sesi “Mengenal Diri dan Cita-cita” yang dipandu oleh dosen psikologi kampus.
Kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa mengenali potensi diri serta menyusun tujuan studi mereka secara realistis dan terarah.
Hari kedua diisi dengan materi mengenai etika profesi tenaga kesehatan dan pentingnya menjunjung tinggi kode etik dalam pelayanan masyarakat.
Mahasiswa diajak berdiskusi mengenai kasus-kasus nyata di lapangan, untuk meningkatkan kepekaan sosial dan profesionalisme.
Salah satu sesi paling menarik adalah pemaparan dari alumni yang kini bekerja di rumah sakit dan puskesmas daerah terpencil.
Mereka membagikan pengalaman suka duka selama bertugas dan menekankan pentingnya semangat pengabdian.
Sesi tersebut menginspirasi banyak mahasiswa baru dan memotivasi mereka untuk menyelesaikan studi dengan semangat tinggi.
Hari ketiga difokuskan pada penguatan nilai-nilai STECU melalui workshop dan simulasi kerja tim.
Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberi tantangan menyelesaikan masalah kesehatan berbasis komunitas.













