Aimas – Polisi Turunkan Tim Daerah Papua menerima perintah untuk menurunkan tim penyidik ke Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, menyusul adanya dugaan kasus penembakan terjadi di sana pada tanggal 1 Mei 2025 dini hari sekitar pukul 02.30 WIT
Tim ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw, guna melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden yang mencederai anggota TNI dan warga sipil
Anggota tim penyidik melibatkan Kabid Propam Kombes Usman HP dan Wadir Reskrim Khusus AKBP Parlindungan Silitonga, menunjukkan tingginya perhatian terhadap kasus tersebut
Menurut keterangan Wakapolda, kehadiran tim ini merupakan perintah langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian, untuk membantu Polres Sorong mengungkap latar belakang insiden
Hingga saat pelaporan, investigasi masih berlangsung dan masih dikumpulkan data, terutama untuk memastikan jumlah korban dan detail kronologi kejadian
Dugaan awal menyebut ada sebanyak lima warga yang mengalami luka tembak, dua di antaranya meninggal dunia—meskipun hal ini belum diindahkan secara resmi karena data masih diverifikasi
Kehadiran tim gabungan ini penting karena sebelumnya Polres Sorong mengaku kesulitan mengungkap motif dan aktor di balik insiden penembakan tersebut.
Salah satu alasan pengiriman tim pusat adalah adanya indikasi pelanggaran prosedural dan dugaan keterlibatan aparat tertentu dalam insiden tersebut.
Penembakan terjadi di wilayah yang tergolong rawan, sehingga kehadiran penyidik senior dari Polda Papua diharapkan meningkatkan transparansi kasus.

Baca Juga : Gubernur Elisa Kambu Soroti Dualisme KNPI Papua Barat Daya: “Tidak Ada Gunanya Ribut
Pendekatan yang diambil tidak hanya menyelidiki korban dan saksi, tetapi juga kemungkinan dugaan persekongkolan dan penyalahgunaan wewenang.
Seiring penyelidikan, masyarakat mulai menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak kepolisian setempat maupun Polda Papua.
Di kalangan warga lokal, muncul pertanyaan mengapa insiden penembakan terjadi begitu dini dan apakah ada pelanggaran hak asasi manusia.
Warga mendesak agar penyelidikan dilakukan terbuka, dengan koordinasi pejabat lokal dan penegak hukum agar hasilnya publik dan adil.
Selain itu, kasus ini mengangkat isu pentingnya pengawasan internal aparat melalui Divisi Propam dan Kompolnas.
Hasil penyelidikan nantinya akan dijadikan dasar menetapkan apakah tindakan penembakan itu sepenuhnya sah atau termasuk tindakan berlebihan oleh aparat.
Puluhan saksi dilaporkan sudah dimintai keterangan oleh Polres Sorong sebelum tim pusat turun—namun data belum membuahkan kesimpulan definitif.
Penanganan oleh pimpinan Polda Papua juga memberi sinyal penegasan komitmen instansi terhadap akuntabilitas dan profesionalitas.
Di tengah proses penyelidikan, perhatian media nasional mulai tertuju ke Aimas—khususnya terkait integritas aparat penegak hukum.















